|
| Belum Tahu Penyebab Bocornya Pipa PDAM | ||||||||||||||||||
| sumber: suarasurabaya.net - Humas PDAM Kota Surabaya | ||||||||||||||||||
| Sampai sekarang PDAM Surabaya masih belum mengetahui penyebab bocornya pipa transmisi Putat Gede diameter 1.400 milimeter di Graha Family yang diperbaiki mulai Rabu malam. Kata MUHAMMAD SELIM Direktur Utama PDAM Surabaya pada Suara Surabaya, Kamis (29/04), tim teknisi masih menelusurinya. Belum bisa diketahui apakah kebocoran pipa dikarenakan pipa keropos seperti yang sering terjadi, atau cara pemasangannya yang jelek. Hanya saja kalau dilihat dari kondisi pipa yang renggang, diduga pipa bocor akibat tarikan dari tanah. Sebenarnya kata MUHAMMAD SELIM, pipa yang bocor ini dibuat tahun 1991 lalu atau masuk kategori menengah. Jadi bukan pipa peninggalan pemerintah Belanda seperti yang diduga selama ini. Kondisi pipa tua peninggalan Belanda itu-pun tidak bisa digeneralisir. Karena bisa jadi kondisi pipa tua justru lebih baik dari pipa yang umurnya lebih muda. Tergantung di lokasi mana pipa itu ditanam. Untuk maintenance sebenarnya PDAM sudah mengganti pipa lokal jenis tersier sepanjang 10 km. Misalnya pipa di depan rumah warga. Tetapi diakui SELIM, PDAM tidak pernah mengganti pipa besar, karena indikasi terjadinya korosi kecil. MUHAMMAD SELIM menambahkan PDAM Surabaya butuh waktu sekitar 48 jam untuk memperbaiki kebocoran pipa. Ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal non teknis yang bisa muncul selama proses perbaikan. Sementara AGUS SLAMET Ketua Jurusan Teknik Lingkungan ITS mengatakan, untuk meminimalisir kebocoran pipa, idealnya PDAM Surabaya menerapkan clustering system. Jadi satu blok layanan disambungkan dengan pipa esting. Sehingga ada pengontrol kebocoran. Tapi memang butuh investasi besar (*). |
|
|||||||||||||||||