|
| Umbulan Segera Ditenderkan | ||||||||||||||||||
| sumber: Surabaya Post - Humas | ||||||||||||||||||
Umbulan Segera Ditenderkan Pemprov Jatim telah tunjuk konsultan dari Pembahasannya soal rencana penyuplai mata air ke “Tinggal menunggu kesepakatan kelima wilayah tersebut dalam waktu dekat. Saya juga sudah bertemu dengan wakil Gubernur Jatim,” kata Direktur Jendral Cipta Karya, Kementrian Pekerjaan Umum (PU), Budi Yuwono di Hotel Seraton. Ia menjelaskan, untuk pembangunan suplai air bersih itu menggandeng konsultan dari Anggaran untuk proyek ini diambilkan dari pusat. Sehingga dengan tambahan air bersih dari Umbulan ini bisa mengatasi permasalahan air bersih di Sebelumnya Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf juga memastikan pemerintah pusat bakal segera mengucurkan dana Rp1,2 triliun untuk pembangunan proyek air bersih Umbulan. Menurut Saifullah, anggaran Rp 1,2 triliun akan diambilkan dari APBN 2010. Tahap awal dana yang dikucurkan Rp 500 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan transmisi atau instalasi pengolahan air bersih di Umbulan, Pasuruan . Sedangkan pembangunan jalur distribusi air dari Pasuruan ke Sidoarjo, 80% di bawah MDGs Sementara Direktorat Jendral Cipta Karya mencatat dari 38 kabupaten/kota di Jatim sebanyak 80% kabupaten/kota tidak memenuhi target pelayanan air minum sesuai sasaran pembangunan millenium atau Milllenium Development Goals (MDGs) 2015 minimal 60%. Rata-rata masih jauh dibawah 60%. Bahkan di bawah target pelayanan air minum perpipaan perkotaan sebesar 47,38%. ,”Yang memenuhi target MDGs 2015 hanya enam kabupaten/kota yaitu Pacitan, Madiun, Magetan, Ngawi, Mojokerto dan Surabaya yang menunjukkan persentase pelayanan air minum yang melebihi target MDGs, atau diatas 60,30%,”kata Budi. Budi mengatakan memang tidak hanya di Jatim, secara nasional proporsi penduduk terhadap akses air minum yang aman mencapai 47,63% pada 2009. Sedangkan proporsi penduduk terhadap akses sanitasi yang layak (adequate sanitation) di perkotaan mencapai 69,55% pada tahun 2009 dari target 78,30% pada 2015. Sementara itu capaian untuk sanitasi dasar (basic sanitation) di perkotaan telah mencapai 90,03% pada 2009. Ia menjelaskan, di sektor air minum dengan dana APBN sebesar Rp 11,8 triliun, konstribusi Renstra PU 2010-2014 terhadap pencapaian MDGs adalah 10,7 juta jiwa atau 4,3% yang bersama APBD diprioritaskan untuk daerah yang rawan air, masyarakat berpenghasilan rendah, fasilitas penyehatan PDAM dan peningkatan akses bagi ibukota kecamatan.(*) |
|
|||||||||||||||||