hero

Peserta Jambore Air Betah di Instalasi Pengolahan Air Minum PDAM Ngagel

Sumber Berita : pangeranputerilh.tunashijau.org

SURABAYA Sedikitnya 50 orang siswa Sekolah Dasar yang menjadi peserta Jambore Air mendapatkan kesempatan khusus belajar mengenai pengolahan air minum milik Perusahaan Daerah Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya yang ada di daerah Ngagel, Surabaya. Fakta tersebut yang didapati Tunas Hijau dalam Jambore Air yang digelar di Taman Kebun Bibit Wonorejo, Sabtu (13/04). 

Kunjungan tersebut merupakan salah satu bagian dari materi Jambore Air yakni Fieldtrip ke Pengolahan Air milik PDAM Surya Sembada Ini. Seperti yang disampaikan oleh aktivis Tunas Hijau Ali Felyndra, bahwa kunjungan peserta Jambore Air ini untuk pembelajaran lingkungan mengenai pengolahan air layak konsumsi dari air sungai yang menjadi bahan baku air untuk dikonsumsi masyarakat Surabaya.

“Kami berharap dengan kunjungan ke tempat pengolahan air ini, mereka bisa mengetahui bahwa proses pembuatan air minum yang selama ini mereka konsumsi dengan mudah tersebut sangat susah dan prosesnya lama,” ucap Ali Felyndra, direktur Jambore Air. Kesempatan pembelajaran langsung ke sumbernya ini mendapatkan antusiasme yang tinggi dari peserta Jambore Air.

Tidak sedikit dari mereka yang kegirangan karena mendapatkan kesempatan yang langka itu. Seperti yang disampaikan oleh Amanda, siswa SDN Karah III, yang mengaku senang sekali mendapatkan kesempatan pertama kali belajar langsung pada produsen airnya. “Wah pasti menyenangkan nanti bisa belajar pengolahan air langsung ke pembuatnya,” ucap Amanda, siswa kelas 5.

Dalam kunjungan lapangan ini, peserta mendapatkan pengarahan materi dari Karyadi, petugas dari PDAM Surya Sembada bagian pengolahan air di Ngagel ini. Karyadi menerangkan bahwa sumber bahan baku untuk membuat air minum untuk warga Surabaya ini berasal dari air kali Surabaya.

“Sumber bahan baku pembuatan air minum ini berasal dari Kali Surabaya, meskipun kita tahu kali Surabaya sudah tercemar dengan limbah industri dan limbah rumah tangga, tetapi PDAM Surya Sembada mengolahnya hingga menjadi air bersih yang disalurkan ke rumah kalian melalui 3 jenis pengolahan,” terang Karyadi sambil mengajak peserta Jambore Air ini berkeliling area pengolahan air tersebut.

Sambil berkeliling, Karyadi menunjukkan beberapa bejana berukuran besar yang digunakan untuk mengolah air yang ditampung dalam bejana besar tersebut. “Pengolahan air di PDAM terdiri atas 3 jenis yaitu pengolahan secara fisik, kimia dan biologi,” kata Karyadi dengan menunjukkan peraga yang telah disediakan.

“Pengolahan fisik itu dengan cara sedimentasi kemudian filterisasi, proses kimia dengan cara aerasi (proses dimana gas diserap atau dilarutkan), koagulasi (partikel koloid dinetralkan muatan listriknya) dan proses biologi dengan cara memusnahkan bakteri dengan pembubuhan desinfektan,” tambah Karyadi. Penjelasan ini membuat peserta Jambore semakin antusias dalam mendengarkan setiap penjelasannya.

Karyadi juga menjelaskan bahwa sampai tahun 2009 debit air yang ada di pengolahan air di Ngagel ini adalah sebesar 4550 lt/dt. “Jumlah sebanyak tersebut adalah jumlah yang akan didistribusikan kepada pelanggan PDAM. Selain itu, untuk menjaga kualitas air bersih yang akan didistribusikan ke pelanggan, kami senantiasi melakukan uji kualitas air secara berkala di laboratorium,” ucap Karyadi.

Pembahasan materi pengolahan air ini nampaknya membuat peserta Jambore Air betah berada di pengolahan air minum di Ngagel. Sementara itu, pengolahan air yang dimiliki oleh PDAM Surya Sembada saat ini berada di Ngagel dan di Karangpilang.