NTU Singapore

Dari Singapura ke Surabaya, PAM Surya Sembada Sambut Kunjungan NTU Singapore dan ITS di IPAM Ngagel

Selasa, 6 Oktober 2026
Share:
Kunjungan Departemen Teknik Lingkungan FTSPK (Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian) ITS bersama School of Materials Science and Engineering NTU Singapura ke IPAM Ngagel. 

¿SURABAYA – Perumda Air Minum (PAM) Surya Sembada Kota Surabaya kembali menjadi rujukan internasional dalam tata kelola dan pengolahan air. Pada Selasa (29/09), PAM Surya Sembada menerima kunjungan dari civitas akademika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Nanyang Technological University (NTU) Singapura di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Ngagel di kawasan Ngagel Tirto, Kelurahan Ngagel Rejo Kecamatan Wonokromo, Surabaya. Kunjungan diterima oleh Kharisma Putu Sukanto, selaku Supervisor Ngagel 2.

¿Kunjungan studi ini merupakan bagian dari program kolaboratif bergengsi bertajuk "Empowering Communities through Opportunities and Unity in Sustainability (ECO UNITY 2026)". Program inovatif ini diinisiasi secara langsung oleh Departemen Teknik Lingkungan FTSPK (Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian) ITS bersama School of Materials Science and Engineering NTU Singapura. 

Sebanyak 15 mahasiswa NTU, 15 mahasiswa ITS, beserta 5 dosen pendamping hadir untuk mengobservasi sistem pengolahan air dari hulu hingga hilir secara komprehensif.

¿Dosen pendamping dari NTU, Dr. Luciana Lisa Lao, mengungkapkan bahwa observasi langsung di IPAM Ngagel memberikan pengalaman belajar yang otentik dan tak tergantikan bagi para mahasiswanya.

¿"Kunjungan ini membuka wawasan mahasiswa kami. Banyak dari mereka yang belum pernah masuk langsung ke fasilitas pengolahan air skala kota. Ini adalah pengalaman luar biasa untuk melihat secara nyata bagaimana air baku dari sungai diproses melalui berbagai tahapan krusial hingga akhirnya siap didistribusikan kepada masyarakat Surabaya," ungkap Dr. Lisa.
¿
Meski mahasiswanya berlatar belakang Ilmu dan Teknik Material, Dr. Lisa berharap observasi ini dapat memicu gagasan baru untuk memecahkan tantangan operasional water treatment. Ia turut membagikan perspektif mengenai teknologi NEWater berbasis Reverse Osmosis yang digunakan Singapura untuk mencapai kemandirian air di tengah keterbatasan sumber daya alam.

¿"Melalui interaksi dan diskusi langsung dengan tim ahli PAM Surya Sembada yang sangat kooperatif memandu kami, mahasiswa dapat memahami tantangan nyata di lapangan. Harapannya, sekembalinya ke kelas, mereka dapat bertukar pikiran untuk menciptakan solusi inovatif, entah itu peningkatan efisiensi material filtrasi yang lebih baik atau inovasi proses koagulasi. Kami berharap inovasi ini nantinya tidak hanya berguna bagi Singapura, tetapi juga untuk Indonesia, khususnya Surabaya," tambahnya.

¿Antusiasme yang sama turut dirasakan oleh delegasi mahasiswa. Justin Lawrence, mahasiswa jurusan Material Science and Engineering NTU, mengaku terkesan dengan dinamika Kota Pahlawan serta kompleksitas sistem penyediaan air minum di Indonesia.
¿"Kesan pertama saya, Kota Surabaya sangat modern dan jauh lebih hidup serta padat dibandingkan dengan Singapura. Infrastrukturnya juga sangat baik dan beragam," ujar Justin.

¿Terkait proses operasional di IPAM Ngagel, Justin menyoroti perbedaan signifikan antara manajemen air di negaranya dan di Indonesia. Menurutnya, fasilitas pengolahan air di Surabaya memberikan perspektif baru mengenai betapa panjang dan kompleksnya rantai penyediaan air bersih.

¿"Sangat sulit untuk membandingkan keduanya karena masing-masing memiliki permasalahannya sendiri. Di Singapura, kami menghadapi keterbatasan lahan dan minimnya sumber air alami. Sementara di Indonesia, tantangannya adalah kondisi geografis yang sangat luas sehingga mendistribusikan air menjadi tantangan tersendiri, ditambah lagi dengan tingkat kesulitan memproses air dari sumber alam terbuka. Melihat langsung berbagai faktor operasional dan tahapan yang harus dilalui oleh tim di Surabaya untuk menghadirkan air bersih benar-benar merupakan hal yang menakjubkan bagi saya," tutup Justin.

¿Kolaborasi lintas negara dalam program ECO UNITY 2026 ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan akademik antara ITS, NTU, dan PAM Surya Sembada, tetapi juga mampu melahirkan inovasi teknologi lingkungan yang adaptif dan berkelanjutan bagi sistem penyediaan air bersih di masa depan.

Humas Perumda Air Minum Surya Sembada