Kunjungan Singapura

Infrastructure Asia dan Enterprise Singapura Jajaki Sinergi dengan Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya

Kamis, 19 Pebruari 2026
Share:
Kunjungan kerja Infrastructure Asia dan Enterprise Singapura

Surabaya - Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya menerima kunjungan kerja Infrastructure Asia dan Enterprise Singapura yang dipimpin oleh Devin Chan, selaku Deputy Executive Director Infrastructure Asia pada tanggal 12 Februari 2026. Kunjungan dilakukan sebagai bagian upaya menjajaki peluang kerja sama proyek infrastruktur.

Devin Chan menjelaskan bahwa tujuan kunjungan ke Surabaya yaitu untuk melakukan penjajakan peluang kerjasama dengan Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya. "Kami ingin menawarkan kerjasama di bidang infrastruktur air minum atau kebutuhan lainnya seperti efiesiensi energi," ujarnya.

Infrastructure Asia merupakan fasilitator proyek yang didirikan Pemerintah Singapura (Enterprise Singapore & Otoritas Moneter Singapura) untuk mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Asia. Infrastructure Asia menghubungkan pemerintah, perusahaan swasta, dan lembaga keuangan untuk mengembangkan proyek layak investasi di sektor transportasi, energi, air, dan telekomunikasi.

Dalam diskusi, Ari Bimo Sakti, Manajer Senior Komersial dan Hubungan Pelanggan menyampaikan salah satu tantangan utama yang sedang dialami Perumda Air Minum Surya Sembada adalah menurunkan tingkat kehilangan air dan efisiensi energi.

Wafiyudin, Manajer Senior Perencanaan dan Pengembangan menjelaskan bahwa Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya berupaya untuk meningkatkan kapasitas produksi agar distribusi air dapat menjangkau pelanggan di wilayah terjauh, khususnya di wilayah Surabaya Utara. "Untuk memastikan air tetap mengalir hingga wilayah tersebut, tekanan dan produksi air harus ditingkatkan," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya juga menghadapi tantangan di bidang produksi yaitu pada kualitas air baku. "Kandungan Dissolve Oxygen (DO)/ konsentrasi oksigen terlarut dalam air dan amonia yang tinggi menyebabkan kebutuhan bahan kimia meningkat sehingga mengakibatkan biaya operasional membengkak," ujarnya.

Melalui pertemuan ini, kedua pihak berharap dapat membuka peluang kolaborasi yang strategis agar implementasi proyek infrastruktur air minum di Surabaya dapat segera dilakukan, sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan kepada seluruh masyarakat Kota Surabaya.