Warga Keputih Tegal Timur Baru Syukuran Bareng Wali Kota Surabaya

Warga Keputih Tegal Timur Baru Syukuran Bareng Wali Kota Surabaya

Kamis, 30 Mei 2024
Share:
Setelah penantian selama dua puluh lima tahun, warga Keputih Tegal Timur Baru akhirnya menikmati layanan air bersih PDAM Surya Sembada Surabaya.

Warga Keputih Tegal Timur Baru Syukuran Bareng Wali Kota Surabaya

urabaya – Setelah penantian selama dua puluh lima tahun, warga Keputih Tegal Timur Baru akhirnya menikmati layanan air bersih PDAM Surya Sembada Surabaya.

Peresmian ini ditandai dengan acara tasyakuran yang dihadiri sekitar 500 warga setempat dan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, pada Rabu (22/5/2024) di lapangan Keputih Tegal Timur Baru, Kecamatan Sukolilo.

Wali Kota Eri Cahyadi mengawali tasyakuran dengan potong tumpeng dan seremoni pembukaan kran air PDAM. Hal ini menandai perubahan status 449 Sambungan Rumah (SR) dari pelanggan master meter menjadi pelanggan reguler, dan tentunya dengan tarif lebih murah.

"Semoga setelah 25 tahun keluar airnya ini ada manfaatnya. Saya hanya pesan kepada warga, ketika air ini keluar maka ini adalah doa-doanya warga yang diijabah oleh Gusti Allah, tapi lewatnya saya dan PDAM. Bukan karena saya, tapi karena Gusti Allah," kata Eri Cahyadi, Rabu (22/5/2024) malam.

Sementara Direktur Pelayanan PDAM Surya Sembada Surabaya, Agung Pribadhi mengungkapkan, sedikitnya ada sekitar 110 kepala keluarga (KK) di sana, yang jadi pelanggan master meter.

"Pada bulan Maret 2024, warga Keputih Tegal Timur Baru Alhamdulillah dapat beralih menjadi pelanggan reguler PDAM. Saat ini masih ada sekitar 110 Kepala Keluarga (KK) yang menjadi pelanggan master meter," ungkapnya

Agung menjelaskan, dulunya, warga Keputih Tegal Timur Baru hanya mendapatkan air melalui kiriman tangki yang dikirim PDAM Surya Sembada. Kemudian, sejak tahun 2015, mereka mulau menjadi pelanggan master meter PDAM.

"Dengan menjadi pelanggan reguler, warga dapat menikmati tarif air yang lebih murah, dari Rp 5.000 hingga Rp 8.000 per meter kubik (m³) menjadi Rp 3.200/m³ (kode tarif 2.1). Hal ini memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi warga," tambahnya.

Saat ini, terdapat tiga master meter yang aktif dan satu yang dinonaktifkan karena sebagian besar warga di sana telah menjadi pelanggan reguler, melalui pipa bantuan jaringan dari PDAM Surya Sembada.

"Peralihan ini terlaksana setelah PUSDA (Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur) mengijinkan penggunaan lahan dan PDAM memberikan bantuan jaringan pipa dengan panjang 1,78 kilometer untuk memasok air bersih secara langsung," pungkasnya.